Wayah jagongan kamar, bocah-bocah dikon nafsiri brang - barang menurut pendapate dewe, pas kebetulan kang Noval Ainur Rokhim nantang nafsiri "Rokok".. tak jawab salah sijine koyo ngene (intine wae) :D
:
Sebatang rokok ibarat sebuah kehidupan; Api menyulut ujung rokok ia akan membakar perlahan sampai api akan habis, seperti sebuah kehidupan; ketika ruh telah ditiup umur dan waktu kita akan terus berkurang, yang pada akhirnya kita akan mati seperti rokok tersebut;
Seperti halnya rokok yang tidak dihisap dan dinikmati semaksimal mungkin ia akan terbuang percuma; kita harus menggunakan waktu yang kita punya; umur yang kita punya untuk bekal dikemudian hari; kita nikmati semaksimal mungkin jangan sampai umur dan waktu kita terbuang percuma untuk hal yang tidak terlalu bermanfaat; Semoga Allah selalu membimbing kami seorang santr ... masih ada lanjutannya tapi belum saya tulis, hhe
Sebatang rokok ibarat sebuah kehidupan; Api menyulut ujung rokok ia akan membakar perlahan sampai api akan habis, seperti sebuah kehidupan; ketika ruh telah ditiup umur dan waktu kita akan terus berkurang, yang pada akhirnya kita akan mati seperti rokok tersebut;
Seperti halnya rokok yang tidak dihisap dan dinikmati semaksimal mungkin ia akan terbuang percuma; kita harus menggunakan waktu yang kita punya; umur yang kita punya untuk bekal dikemudian hari; kita nikmati semaksimal mungkin jangan sampai umur dan waktu kita terbuang percuma untuk hal yang tidak terlalu bermanfaat; Semoga Allah selalu membimbing kami seorang santr ... masih ada lanjutannya tapi belum saya tulis, hhe
Belum ada tanggapan untuk "Rokok; Simbol Waktu dan Kehidupan"
Post a Comment